PURBALINGGA – Sekitar 70 anak tampak bergembira dan antusias mengikuti acara Semarak Ramadhan Salimah For Kids di Masjid Ali Musyni Perum Puri Bobotsari, Selasa (29/5). Selain mendapatkan materi seputar puasa Ramadhan, anak-anak juga diajak kreatif membuat hiasan dinding dari stik es krim dan kerang.
“Acaranya seru banget. Ada permainannya, bikin-bikin kerajinan dan juga ada pelajarannya. Saya jadi bisa bikin hiasan dinding dari stik es krim,” ujar Ahmad (11) yang diiyakan temannya, Izzul (10).
Safitri Yugdiyanti sebagai narasumber yang juga salah satu pengurus harian PD Salimah Purbalingga memberi ceramah dengan sangat asik tentang manfaat puasa. Beberapa kali agar tak bosan, Safitri dan tim dari PC Salimah Bobotsari mengajak anak-anak mengikuti berbagai permainan seperti mengikuti perintah yang berlawanan, dan berbagai permainan lainnya.
Kegiatan Semarak Ramadhan juga diselenggarakan di PC Salimah Purbalingga dan PC Salimah Kemangkon. Di Kemangkon, Semarak Ramadhan diisi dengan Materi Parenting oleh Margiasih, aktivis masyarakat yang menjadi pembicara tamu PD Salimah Purbalingga. Margi mengemukakan topik tentang “Memutus Siklus Anak Nakal”.
“Anak yang nakal akan terus menjadi anak nakal ternyata bukan salah anaknya, tapi salah orang tuanya. Anak nakal dimarahi, orang tua murka, Allah juga murka akhirnya tak ada keberkahan sehingga anak tetap menjadi anak nakal,” jelasnya di depan sekitar 60 ibu di Mushola Al Fatah, Desa Majatengah, Kemangkon.
Kuncinya ternyata pada ridho dan kesabaran orang tua. Menurut Margi, orang tua yang ridho dan sabar akan menuntun anaknya ke arah yang baik dengan cara yang baik sehingga Allah ridho, keluarga berkah dan anakpun bisa berangsur-angsur jadi anak yang baik.
Sementara Semarak Ramadhan di PC Salimah Purbalingga mengambil tema besar “Menjadi Muslimah Yang Produktif dan Kontributif” dengan diisi langsung oleh Ketua PD Salimah Purbalingga, Riyanti. Bertempat di Aula Kelurahan Bojong, sekitar 70an ibu dari berbagai usia tampak antusias mengikuti jalannya acara.
“Salimah itu sebenarnya organisasi bagaimana? Nu atau Muhammadiyah?” tanya salah satu peserta.
Riyanti menjelaskan, bahwa anggota dan pengurus Salimah terdiri dari berbagai latar belakang, bahkan dari kedua ormas Islam besar itupun ada di tubuh Salimah. Lalu ada peserta lain yang lanjut bertanya, bagaimana menyatukannya.
“Cara menyatukannya ya dengan kembali pada tujuan utama kita, yaitu ridho Allah,” jawab Riyanti disambut haru para peserta.
Kegiatan Semarak Ramadhan ini merupakan lanjutan kegiatan Semarak Ramadhan yang telah dilakukan Ahad lalu (27/5). Dan akan lanjut dilaksanakan Jumat (1/6). Untuk Jumat depan, akan dilaksanakan di PC Kalimanah. (hms.salimahpg)
Selasa, 29 Mei 2018
Minggu, 27 Mei 2018
Kesehatan Gigi Terganjal Mitos
PURBALINGGA – Rendahnya kesadaran gigi di kalangan masyarakat Indonesia umumnya, ternyata diperparah dengan adanya mitos-mitos yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hal ini terungkap dalam Semarak Ramadhan PD Salimah Purbalingga yang mengambil tema seputar kesehatan gigi dan mulut, di Balai Pertemuan Masjid Al Furqon Desa Pengadegan Kecamatan Pengadegan, Ahad (27/5).
“Gigi atas akan berbahaya jika dicabut itu hanya mitos. Yang berbahaya justru kalau gigi sudah seharusnya dicabut karena bermasalah tapi tidak juga dicabut, ini dapat memicu sakit gigi yang bisa mempengaruhi organ tubuh lainnya,” jelas drg Sulistyowati selaku narasumber sekaligus penasehat PD Salimah Purbalingga.
Di hadapan sekitar 116 ibu, Sulis melempar pertanyaan tentang perlu tidaknya gigi anak-anak yang berlubang ditambal. Setelah senyam beberapa saat, muncul 3 ibu yang maju untuk menjawab pertanyaan. Dan ketiganya menjawab, tidak perlu.
“Gigi anak yang berlubang ya tetap harus ditambal. Bahkan sedini mungkin sebelum melebar. Karena selama gigi anak itu masih gigi susu, sebisa mungkin bertahan di mulut hingga saatnya tanggal sendiri karena mempersiapkan gigi permanen tumbuh,” ungkapnya lagi.
Sulis yang sehari-hari membuka praktek di Kaligondang ini mengungkapkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat memperhatikan kesehatan gigi saat sudah mengalami sakit gigi. Padahal idealnya, 6 bulan sekali memeriksakan gigi ke dokter gigi. Dan semua puskesmas telah menyediakan klinik gigi dengan harga terjangkau bahkan gratis bagi pemilik BPJS.
“Ada beberapa tisp sederhana lainnya yang selain periksa gigi teratur, yaitu gosok gigi dengan benar, segera tambal gigi begitu berlubang dan kenali masa-masa pergantian gigi anak,” tegasnya.
Kegiatan Semarak Ramadhan PD Salimah di waktu yang sama juga dilaksanakan di Kutasari, tepatnya di Masjid Al Hidayah Desa Sumingkir. Roadshow di Kutasari mengangkat tema Memperbaiki Sholat. Para peserta tampak antusias karena mereka baru sadar bahwa selama ini sholat mereka belum benar sepenuhnya dan maish jauh dari khusyuk. Padahal masalah dan ujian hidup dapat diperbaiki diawali dengan memperbaiki sholat.
“Acaranya bagus menambah keimanan, ini tentang sholat, sesuatu yang wajib dilakukan tiap hari jadi memang harus betul dalam melaksanakannya,” ujar salah satu peserta, Dewi, yang juga guru BK SMA N 1 Purbalingga.
Ketua PD Salimah Purbalingga Riyanti mengatakan kegiatan Semarak Ramadhan Salimah merupakan kegiatan rutin PD Salimah Purbalingga setiap Romadhon tiba. Kegiatan Semarak Ramadhan dilaksanakan di setiap pengurus cabang (PC/Kecamatan) dengan tema sesuai dengan kebutuhan masing-masing PC. Semarak Ramadhan di Pengadegan dan Kutasari ini mengawali rangkaian Semarak Ramadhan yang akan dilaksanakan satu pekan ke depan.
“Para peserta terbuka untuk semua ibu, dari ormas apapun, daeri desa manapun,” imbuh Yanti.
Yanti menambahkan Semarak Ramadhan selajutnya akan dilaksanakan tanggal 29 Mei 2018 di Kemangkon, Bobotsari dan Purbalingga. Sementara untuk Kalimanah akan dilaksanakan 1 Juni 2018. Adapun PC-PC lainnya karena masih baru, belum siap menjadi tuan rumah kegiatan rutin ini. (hms-salimahpbg)
“Gigi atas akan berbahaya jika dicabut itu hanya mitos. Yang berbahaya justru kalau gigi sudah seharusnya dicabut karena bermasalah tapi tidak juga dicabut, ini dapat memicu sakit gigi yang bisa mempengaruhi organ tubuh lainnya,” jelas drg Sulistyowati selaku narasumber sekaligus penasehat PD Salimah Purbalingga.
Di hadapan sekitar 116 ibu, Sulis melempar pertanyaan tentang perlu tidaknya gigi anak-anak yang berlubang ditambal. Setelah senyam beberapa saat, muncul 3 ibu yang maju untuk menjawab pertanyaan. Dan ketiganya menjawab, tidak perlu.
“Gigi anak yang berlubang ya tetap harus ditambal. Bahkan sedini mungkin sebelum melebar. Karena selama gigi anak itu masih gigi susu, sebisa mungkin bertahan di mulut hingga saatnya tanggal sendiri karena mempersiapkan gigi permanen tumbuh,” ungkapnya lagi.
Sulis yang sehari-hari membuka praktek di Kaligondang ini mengungkapkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat memperhatikan kesehatan gigi saat sudah mengalami sakit gigi. Padahal idealnya, 6 bulan sekali memeriksakan gigi ke dokter gigi. Dan semua puskesmas telah menyediakan klinik gigi dengan harga terjangkau bahkan gratis bagi pemilik BPJS.
“Ada beberapa tisp sederhana lainnya yang selain periksa gigi teratur, yaitu gosok gigi dengan benar, segera tambal gigi begitu berlubang dan kenali masa-masa pergantian gigi anak,” tegasnya.
Kegiatan Semarak Ramadhan PD Salimah di waktu yang sama juga dilaksanakan di Kutasari, tepatnya di Masjid Al Hidayah Desa Sumingkir. Roadshow di Kutasari mengangkat tema Memperbaiki Sholat. Para peserta tampak antusias karena mereka baru sadar bahwa selama ini sholat mereka belum benar sepenuhnya dan maish jauh dari khusyuk. Padahal masalah dan ujian hidup dapat diperbaiki diawali dengan memperbaiki sholat.
“Acaranya bagus menambah keimanan, ini tentang sholat, sesuatu yang wajib dilakukan tiap hari jadi memang harus betul dalam melaksanakannya,” ujar salah satu peserta, Dewi, yang juga guru BK SMA N 1 Purbalingga.
Ketua PD Salimah Purbalingga Riyanti mengatakan kegiatan Semarak Ramadhan Salimah merupakan kegiatan rutin PD Salimah Purbalingga setiap Romadhon tiba. Kegiatan Semarak Ramadhan dilaksanakan di setiap pengurus cabang (PC/Kecamatan) dengan tema sesuai dengan kebutuhan masing-masing PC. Semarak Ramadhan di Pengadegan dan Kutasari ini mengawali rangkaian Semarak Ramadhan yang akan dilaksanakan satu pekan ke depan.
“Para peserta terbuka untuk semua ibu, dari ormas apapun, daeri desa manapun,” imbuh Yanti.
Yanti menambahkan Semarak Ramadhan selajutnya akan dilaksanakan tanggal 29 Mei 2018 di Kemangkon, Bobotsari dan Purbalingga. Sementara untuk Kalimanah akan dilaksanakan 1 Juni 2018. Adapun PC-PC lainnya karena masih baru, belum siap menjadi tuan rumah kegiatan rutin ini. (hms-salimahpbg)
Langganan:
Komentar (Atom)


