PURBALINGGA – Rendahnya kesadaran gigi di kalangan masyarakat Indonesia umumnya, ternyata diperparah dengan adanya mitos-mitos yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hal ini terungkap dalam Semarak Ramadhan PD Salimah Purbalingga yang mengambil tema seputar kesehatan gigi dan mulut, di Balai Pertemuan Masjid Al Furqon Desa Pengadegan Kecamatan Pengadegan, Ahad (27/5).
“Gigi atas akan berbahaya jika dicabut itu hanya mitos. Yang berbahaya justru kalau gigi sudah seharusnya dicabut karena bermasalah tapi tidak juga dicabut, ini dapat memicu sakit gigi yang bisa mempengaruhi organ tubuh lainnya,” jelas drg Sulistyowati selaku narasumber sekaligus penasehat PD Salimah Purbalingga.
Di hadapan sekitar 116 ibu, Sulis melempar pertanyaan tentang perlu tidaknya gigi anak-anak yang berlubang ditambal. Setelah senyam beberapa saat, muncul 3 ibu yang maju untuk menjawab pertanyaan. Dan ketiganya menjawab, tidak perlu.
“Gigi anak yang berlubang ya tetap harus ditambal. Bahkan sedini mungkin sebelum melebar. Karena selama gigi anak itu masih gigi susu, sebisa mungkin bertahan di mulut hingga saatnya tanggal sendiri karena mempersiapkan gigi permanen tumbuh,” ungkapnya lagi.
Sulis yang sehari-hari membuka praktek di Kaligondang ini mengungkapkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat memperhatikan kesehatan gigi saat sudah mengalami sakit gigi. Padahal idealnya, 6 bulan sekali memeriksakan gigi ke dokter gigi. Dan semua puskesmas telah menyediakan klinik gigi dengan harga terjangkau bahkan gratis bagi pemilik BPJS.
“Ada beberapa tisp sederhana lainnya yang selain periksa gigi teratur, yaitu gosok gigi dengan benar, segera tambal gigi begitu berlubang dan kenali masa-masa pergantian gigi anak,” tegasnya.
Kegiatan Semarak Ramadhan PD Salimah di waktu yang sama juga dilaksanakan di Kutasari, tepatnya di Masjid Al Hidayah Desa Sumingkir. Roadshow di Kutasari mengangkat tema Memperbaiki Sholat. Para peserta tampak antusias karena mereka baru sadar bahwa selama ini sholat mereka belum benar sepenuhnya dan maish jauh dari khusyuk. Padahal masalah dan ujian hidup dapat diperbaiki diawali dengan memperbaiki sholat.
“Acaranya bagus menambah keimanan, ini tentang sholat, sesuatu yang wajib dilakukan tiap hari jadi memang harus betul dalam melaksanakannya,” ujar salah satu peserta, Dewi, yang juga guru BK SMA N 1 Purbalingga.
Ketua PD Salimah Purbalingga Riyanti mengatakan kegiatan Semarak Ramadhan Salimah merupakan kegiatan rutin PD Salimah Purbalingga setiap Romadhon tiba. Kegiatan Semarak Ramadhan dilaksanakan di setiap pengurus cabang (PC/Kecamatan) dengan tema sesuai dengan kebutuhan masing-masing PC. Semarak Ramadhan di Pengadegan dan Kutasari ini mengawali rangkaian Semarak Ramadhan yang akan dilaksanakan satu pekan ke depan.
“Para peserta terbuka untuk semua ibu, dari ormas apapun, daeri desa manapun,” imbuh Yanti.
Yanti menambahkan Semarak Ramadhan selajutnya akan dilaksanakan tanggal 29 Mei 2018 di Kemangkon, Bobotsari dan Purbalingga. Sementara untuk Kalimanah akan dilaksanakan 1 Juni 2018. Adapun PC-PC lainnya karena masih baru, belum siap menjadi tuan rumah kegiatan rutin ini. (hms-salimahpbg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar