Sabtu, 03 Februari 2018

Perempuan Harus Jadi Solusi, Bukan Masalah


PURBALINGGA – Perempuan kerap dituduh sebagai sumber masalah di dunia ini. Padahal, dalam kondisi tenang, sejarah membuktikan perempuan justru bisa menjadi sumber solusi dari berbagai permasalahan yang ada.
“Pada jaman Rasulullah, Rasul pernah memerintahkan para sahabat untuk memotong rambut (tahalul) dan menyembelih kambing. Namun para sahabat bergeming sehingga membuat Rasul marah. Dan solusi datang dari salah satu istri Rasul, Ummu Salamah,” ujar Ustadz Taryudi Lc dari Pondok Pesantren Harapan Ummat saat mengisi tausiyah usai Pelantikan Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Purbalingga Periode 2018-2022 di RM Wapo, Purbalingga, Ahad (28/1).
Taryudi menambahkan, Ummu Salamah meminta Rasul untuk keluar tenda lalu memotong rambut dan menyembelih kambing. Akhirnya melihat Rasul melakukannya, para sahabat langsung mengikutinya, selesailah masalah. Menurut Taryudi, ini contoh bagaimana perempuan bisa menjadi solusi.
“Namun, permasalahan perempuan juga cukup pelik. Saat saya masih kuliah di Mesir, disana ada ribuan TKW illegal yang mengindikasikan bahwa perdagangan perempuan itu masih ada,” ungkapnya.
Menurut Taryudi, permasalahan perempuan itu tidak seharusnya terjadi jika semua pihak mau memahami peran, potensi dan kemuliaan perempuan. Memberdayakan perempuan, lanjutnya, bukan berarti emansipasi perempuan yang keblabasan yang menerabas batas-batas norma agama dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga Erni Widyawati Tasdi berharap PD Salimah tetap memaksimalkan peran perempuan, khususnya dalam mengantisipasi kematian ibu dan bayi, mengasuh anak-anak di era digital/gadget dan mengantsipasi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Saya yakin, perlu pendekatan Islami dalam mengedukasi para perempuan agar kasus-kasus khas perempuan itu bisa diminimalisir. Dan saya banyak berharap dari Salimah,” ujar Erni yang hadir secara pribadi dan secara resmi memberikan sejumlah bantuan untuk PD Salimah Purbalingga yang diterima Ketua PD Salimah Terlantik, Riyanti.
KONSELOR KELUARGA DAN SEKOLAH PRANIKAH
Ketua PD Salimah Purbalingga Periode 2018-2022 Riyanti mengatakan pihaknya masih akan konsisten pada penguatan peran keluarga, yang menjadi program unggulan periode sebelumnya, yaitu Konselor Pernikahan dan Sekolah Pranikah. Sebab semua permasalahan yang ada seringkali bermula dari keluarga.
“Angka perceraian di Purbalingga tinggi. Ini menyebabkan banyak permasalahan. Mulai dari munculnya anak-anak broken home yang terjerumus seks bebas, narkoba, yang konsekuensi logisnya meningkatnya angka Orang Dengan HIV AIDS, dan sebagainya,” imbuhnya.
Riyanti menyebutkan, pihaknya memiliki 40 konselor pernikahan yang siap menerima konsultasi bagi siapa saja mengalami permasalahan keluarga. Tak hanya itu, dalam training pra nikah yang telah dilakukan mulai tahun lalu, telah meluluskan 90 peserta.
“Selain itu, program lainnya akan tetap kita jalankan seperti pendidikan anak yatim, pembinaan majelis ta’lim, pelatihan mubalighoh, solidaritas dunia Islam dan kemanusiaan, Baitul Qur’an, dan sekolah ibu terpadu, serta banyak kegiatan yang dilakukan setiap kecamatan melalui pengurus cabang kami,” jelasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar